
Komitmen ini kini direalisasikan sebagai bentuk penguatan demokrasi di tingkat akar rumput, sekaligus menghadirkan ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat Kota Makassar untuk menentukan figur pemimpin lingkungan masyarakat.
Lebih lanjut, Wali Kota berlatar politisi itu menegaskan bahwa pemilihan RT/RW bukan sekadar proses memilih figur, tetapi memilih orang-orang yang benar-benar siap bekerja untuk masyarakat.
“Berkali-kali saya sampaikan bahwa pemilihan RT/RW ini mencari orang-orang yang mau kerja, orang yang mau sibuk, orang yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam mende-liver seluruh program-program pemerintah,” jelasnya.
Ia menambahkan, Ketua RT/RW nantinya bertanggung jawab terhadap kondisi lingkungan paling kecil, termasuk mendeteksi dan melaporkan warga yang membutuhkan perhatian.
“Inilah tugas-tugas Ketua RT/RW, bekerja bersama aparat kelurahan, camat, dan ASN di wilayah. Kita ingin ini menghadirkan kesamaan visi, bukan ajang saling siku-siku atau gontok-gontokan,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, pria yang akrab disapa Appi itu juga memuji kreativitas para petugas TPS yang dinilai mampu meningkatkan partisipasi warga.





