
“Tolong, kalau mau curhat, curhat sama Tuhan. Jangan curhat di media sosial. Di luar sana orang bisa menafsirkan macam-macam, bahkan memperbesar masalah,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Munafri kembali menegaskan bahwa suasana hati seorang ASN ketika berangkat maupun pulang kerja sangat dipengaruhi oleh dukungan istrinya.
“Kalau suami pergi kantor dengan senang, pulang rumah lebih senang, pasti etos kerjanya meningkat. TPP-nya juga ikut naik karena semangatnya baik,” ujarnya sambil berkelakar.
Ia berharap DWP Kota Makassar, dapat merumuskan program nyata yang selaras dengan prioritas Pemkot, mulai dari penanganan stunting, menekan TBC, HIV, pergaulan bebas remaja, hingga penguatan pendidikan karakter anak.
“Anak-anak kita perlu bimbingan tambahan, bukan hanya pendidikan formal. Etika, akhlak, dan budi pekerti harus dibangun sejak dini. Percuma pintar kalau tidak punya etika,” tambahnya.
Munafri mengatakan bahwa tantangan sosial di Kota Makassar semakin kompleks dan membutuhkan kolaborasi lintas elemen, termasuk Dharma Wanita.
“Peran ibu-ibu sangat sentral. Tidak hanya menjaga ketahanan rumah tangga, tetapi juga ikut berkontribusi dalam kehidupan sosial masyarakat, terutama di lingkungan SKPD masing-masing,” terangnya.





