
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR, Juni 2025 – Perkembangan sektor pasar modal dan lembaga jasa keuangan non-bank di Sulawesi Selatan menunjukkan tren yang positif.
Data OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat mencatat bahwa hingga April 2025, jumlah investor pasar modal mencapai 414.197 SID, tumbuh 17,27 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Mayoritas investor berasal dari instrumen reksa dana, yang menyumbang 394.238 SID atau naik 16,71 persen (yoy). Total nilai transaksi saham di wilayah ini mencapai Rp7,94 triliun.
Pertumbuhan serupa juga terjadi pada sektor pembiayaan digital dan pergadaian. Outstanding pinjaman dari fintech peer to peer lending di Sulsel naik signifikan sebesar 44,41 persen menjadi Rp1,92 triliun, dengan tingkat wanprestasi (TWP90) tetap terjaga di angka rendah yaitu 1,78 persen.
Di sisi lain, total pinjaman yang disalurkan oleh perusahaan pergadaian hingga Maret 2025 tumbuh pesat sebesar 30,07 persen menjadi Rp8,32 triliun, mencerminkan meningkatnya akses pembiayaan masyarakat terhadap layanan gadai resmi.
Pada sektor pembiayaan konvensional, total piutang perusahaan pembiayaan tercatat sebesar Rp19,03 triliun, meningkat 4,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.





