
Pemerintah daerah menekankan perlunya sinergi yang kuat antara OPD, OJK, dan pelaku jasa keuangan untuk mewujudkan pembangunan yang lebih inklusif.
Kepala OJK Sulselbar, Moch. Muchlasin menyampaikan perkembangan positif perekonomian Sulawesi Selatan dengan pertumbuhan ekonomi 5,01%, penurunan tingkat kemiskinan menjadi 7,60%, serta peningkatan IPM menjadi 75,18, yang didukung oleh stabilitas sektor jasa keuangan dan pertumbuhan kredit produktif. OJK Sulselbar menekankan pentingnya penguatan literasi dan perlindungan konsumen untuk mencegah kerugian masyarakat, mengingat hingga November 2025 Satgas PASTI telah menghentikan 2.263 pinjaman online ilegal dan 354 investasi ilegal dengan potensi kerugian mencapai Rp142,22 triliun, sehingga perluasan akses keuangan harus berjalan seiring dengan peningkatan kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence, Sunarsip memaparkan perkembangan ekonomi global dan domestik yang menuntut penguatan sektor keuangan, peningkatan pembiayaan produktif, serta dukungan bagi UMKM di tengah tantangan perlambatan ekonomi global.





