
Dengan demikian, risiko keterlambatan penanganan penyakit pascabencana dapat ditekan dan beban rumah sakit rujukan yang juga terdampak dapat dikurangi.
Menkes Budi juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi operasional dan mengidentifikasi dukungan tambahan yang dibutuhkan oleh fasilitas kesehatan tersebut.
Hal ini penting mengingat sejumlah wilayah masih mengalami keterbatasan akses, baik jalur transportasi maupun jaringan komunikasi, yang berpotensi menghambat layanan kesehatan.
Selain revitalisasi puskesmas, pemerintah juga telah menyiapkan dukungan pendukung seperti penyediaan listrik cadangan, akses air bersih, dan penguatan komunikasi untuk menunjang operasional fasilitas kesehatan di daerah bencana.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemulihan kesehatan jangka menengah setelah respons awal tanggap darurat.
Dengan langkah terkoordinasi antara pemerintah pusat, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lokal, diharapkan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana Sumatra dapat kembali berjalan optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan.





