SOLUSIMEDIA.ID — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) memulai program revitalisasi sekitar 800 puskesmas yang terdampak bencana alam di tiga provinsi di Pulau Sumatra, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini bertujuan memastikan akses layanan kesehatan dasar tetap terjangkau oleh masyarakat di tengah kondisi pascabencana yang masih penuh tantangan. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa puskesmas memegang peran penting sebagai garda terdepan layanan kesehatan komunitas. Revitalisasi dilakukan agar pelayanan medis primer tetap tersedia dekat dengan masyarakat, termasuk bagi mereka yang tinggal di pengungsian dan wilayah yang infrastrukturnya belum pulih sepenuhnya. “Puskesmas sangat penting untuk menjaga kesehatan masyarakat di rumah-rumah dan pengungsian, sehingga tidak perlu semuanya dirujuk ke rumah sakit,” ujar Menkes saat meninjau salah satu lokasi terdampak di Aceh. Program revitalisasi ini tidak hanya fokus pada bangunan fisik puskesmas, tetapi juga menguatkan operasional layanan kesehatan agar mampu menangani kebutuhan dasar masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Dengan demikian, risiko keterlambatan penanganan penyakit pascabencana dapat ditekan dan beban rumah sakit rujukan yang juga terdampak dapat dikurangi. Menkes Budi juga menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi operasional dan mengidentifikasi dukungan tambahan yang dibutuhkan oleh fasilitas kesehatan tersebut. Hal ini penting mengingat sejumlah wilayah masih mengalami keterbatasan akses, baik jalur transportasi maupun jaringan komunikasi, yang berpotensi menghambat layanan kesehatan. Selain revitalisasi puskesmas, pemerintah juga telah menyiapkan dukungan pendukung seperti penyediaan listrik cadangan, akses air bersih, dan penguatan komunikasi untuk menunjang operasional fasilitas kesehatan di daerah bencana. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemulihan kesehatan jangka menengah setelah respons awal tanggap darurat. Dengan langkah terkoordinasi antara pemerintah pusat, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lokal, diharapkan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana Sumatra dapat kembali berjalan optimal dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang membutuhkan. (*)