
Pada kesempatan yang sama, Munafri menekankan pentingnya pemanfaatan momentum APEC Child Health untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan lokal, termasuk tenaga fisioterapi.
Ia mendorong agar ke depan setiap puskesmas di Kota Makassar dapat memiliki tenaga fisioterapi sebagai bagian dari layanan kesehatan dasar.
“Satu puskesmas satu fisioterapi, itu kebutuhan nyata. Apalagi sekarang puskesmas sudah BLUD, ini peluang untuk meningkatkan layanan sekaligus membuka lapangan kerja bagi lulusan Poltekkes,” jelasnya.
Munafri juga mengapresiasi capaian Poltekkes Kemenkes Makassar yang menjadi salah satu institusi terdepan dalam pengiriman tenaga kesehatan ke luar negeri, seperti Jepang, Arab Saudi, dan Jerman.
Serta berhasil mendorong penguatan pelatihan bahasa dan adaptasi budaya agar peluang kerja internasional semakin terbuka.
Selain pelaksanaan workshop, audiensi tersebut juga membahas rencana kunjungan WHO ke dua puskesmas dan satu rumah sakit di Makassar, yakni RS Ibu dan Anak Pertiwi, yang dinilai relevan dengan fokus kesehatan ibu dan anak serta pemanfaatan teknologi kesehatan.





