
Kunjungan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antardaerah dalam mencari solusi konkret atas tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks.
Rizal mengungkapkan, tujuan utama kunjungannya adalah membuka peluang kerja sama, terutama dalam pengelolaan sampah plastik yang telah dikembangkan di Kota Makassar melalui berbagai inovasi, salah satunya program Gerakan Mengelola Sampah (GEMA).
“Saya datang ke sini, ketemu Pak Wali, untuk mencoba menjajaki kerja sama. Karena saya melihat langsung bagaimana perkembangan pengelolaan sampah plastik di Makassar yang diolah melalui program GEMA dan inovasi lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, sampah plastik merupakan jenis sampah yang paling sulit terurai dan membutuhkan waktu sangat lama, sehingga diperlukan penanganan khusus dan berkelanjutan.
“Kita tahu bersama, dari semua jenis sampah, plastik adalah yang paling sulit terurai dan membutuhkan waktu sangat lama. Dan itu sudah diterapkan oleh Pak Wali Munafri di Kota Makassar,” jelasnya.
Pemerintah Kabupaten Sigi, lanjut Rizal, berencana memberdayakan sampah plastik agar memiliki nilai tambah ekonomi, khususnya bagi petugas kebersihan dan masyarakat sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dengan luas TPA sekitar 40 hektare, pengelolaan sampah plastik dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar jika ditangani dengan baik.





