
“Bagaimana sampah plastik ini bisa kami berdayakan di Sigi. Kami punya TPA, bahkan lahannya kurang lebih 40 hektare. Kalau bisa dikelola dengan baik, sampah plastik ini bisa menambah pundi-pundi pendapatan bagi para pekerja kebersihan kami,” ungkapnya.
Rizal juga menyatakan ketertarikannya untuk mengembangkan pengolahan sampah plastik menjadi energi atau produk bernilai ekonomi, baik melalui pembangunan fasilitas di TPA maupun kerja sama dengan investor.
Ia mengungkapkan bahwa Wali Kota Makassar telah menyatakan kesiapan mempertemukannya dengan investor yang selama ini terlibat dalam pengelolaan sampah plastik di Makassar.
Menjawab alasan memilih Makassar sebagai mitra, Rizal menilai Kota Makassar telah memiliki ekosistem industri pengolahan sampah plastik yang matang.
“Di Makassar ini industrinya sudah jadi, sudah matang. Kalau di kami masih mentah, belum menjadi bahan yang bernilai ekonomi besar,” tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memaparkan secara komprehensif konsep pengelolaan sampah terintegrasi yang terus dikembangkan Pemerintah Kota Makassar.
Sistem tersebut tidak hanya menyasar pengurangan sampah, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan nilai ekonomi serta mendukung sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.





