
Pekerjaan ini menjadi krusial dalam meningkatkan daya tampung dan kelancaran aliran air, khususnya di kawasan padat penduduk dan titik rawan banjir.
Sebagai leading sektor, penanganan teknis juga dilakukan melalui pembuatan tali-tali air, yakni saluran pembuang dari badan jalan menuju drainase utama.
Langkah ini sering kali luput dari perhatian, namun memiliki peran strategis dalam mencegah kerusakan jalan akibat genangan serta memperpanjang usia infrastruktur jalan itu sendiri.
Capaian ini menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur di Kota Makassar, pada era kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin berjalan dengan pendekatan yang lebih nyata.
Program-program yang dilaksanakan tidak hanya terukur dari sisi angka dan volume pekerjaan, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.
Jalan lingkungan yang lebih layak, akses yang lebih lancar, serta sistem drainase yang lebih baik menjadi fondasi penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan kualitas hidup warga Kota Makassar.
Lebih lanjut, Zuhaelsi menjelaskan, pada sektor jalan, Dinas PU Makassar berhasil menyelesaikan 105 ruas jalan aspal melalui belanja modal, serta 67 ruas jalan aspal melalui program pemeliharaan satgas.





