
“Untuk hal-hal yang sifatnya bisa segera ditangani, seperti lampu penerangan jalan yang mati atau kendala administrasi kependudukan, biasanya langsung kami koordinasikan dan banyak yang bisa selesai dalam waktu singkat,” jelasnya.
Namun, untuk persoalan yang membutuhkan dukungan anggaran dan kebijakan struktural, DPRD Makassar akan mendorongnya melalui mekanisme perencanaan dan pembahasan anggaran.
Menurut Anwar Faruq, disinilah fungsi aspirasi warga menjadi sangat menentukan arah kebijakan daerah.
Meski aktivitas kedewanan sempat menghadapi tantangan pasca-insiden kebakaran Gedung DPRD pada Agustus 2025 lalu, Anwar Faruq memastikan bahwa komitmen pelayanan terhadap masyarakat tidak pernah surut.
Ia menegaskan bahwa keterbatasan fasilitas tidak menjadi alasan bagi DPRD untuk menurunkan kinerja dan perhatian terhadap kebutuhan warga.
Lebih lanjut, Anwar Faruq mengajak masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi kapan pun diperlukan, tidak terbatas pada momentum tertentu.
Ia menekankan bahwa komunikasi antara warga dan wakil rakyat harus terus terjaga agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kebutuhan publik.





