
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Kota Makassar mulai mematangkan berbagai persiapan strategis guna menyambut bulan suci Ramadan 2026.
Fokus utama persiapan tahun ini mencakup pengendalian arus lalu lintas di sekitar area pasar, penataan pedagang musiman, hingga relokasi pedagang untuk mengembalikan fungsi ruang publik.
Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar, Rusli Patara, menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan perlakuan khusus pada sejumlah pasar yang bersentuhan langsung dengan jalan poros guna meminimalisir kemacetan akibat lonjakan pengunjung.
Beberapa titik yang menjadi perhatian utama antara lain Pasar Pabaeng-baeng, Pasar Panampu, Pasar Terong, dan Pasar Mandai.
“Apalagi di bulan puasa nanti ke depan, insyaallah kami akan lakukan posko tentunya di setiap pasar-pasar yang notabene ada kemungkinan jumlah pengunjungnya besar sehingga bisa memacetkan arus lalu lintas,” ujar Rusli Patara saat diwawancarai dalam program Solusi Talk yang tayang pada Minggu, 12 Januari 2026.
Selain pendirian posko, Perumda Pasar juga tengah gencar melakukan edukasi dan penertiban pedagang yang berjualan di bahu jalan.
Rusli menekankan bahwa pihak pasar tidak akan mengusir pedagang, melainkan melakukan penataan dan menyediakan lokasi yang layak agar ketertiban tetap terjaga.
Salah satu langkah konkret yang sedang berjalan adalah relokasi 44 pedagang di Pasar Pabaeng-baeng ke 59 kios yang telah disediakan.
“Kami dari Perumda Pasar memberikan edukasi bagaimana kita berjualan dengan baik. Tentu di menjelang hari-hari besar itu seperti bulan puasa, banyak pedagang-pedagang musiman yang akan muncul. Mereka kami terima untuk berjualan, kami tidak mengusir, kami memberikan lokasi yang memang ditetapkan,” tegasnya.
Langkah relokasi ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi bagian depan pasar sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), area parkir yang layak, serta tempat penyelenggaraan event-event pasar yang diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung.
Melalui upaya digitalisasi retribusi dan perbaikan sistem manajerial yang telah mendongkrak deviden perusahaan hingga Rp1,3 miliar di tahun 2025, Perumda Pasar Makassar optimis bahwa pelayanan pasar tradisional selama Ramadan 2026 akan semakin nyaman bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi “Maju Pasarnya, Mulia Kotanya”.
“Harapan kami mudah-mudahan masyarakat tetap menjadikan pasar tradisional ini sebagai tempat berbelanja yang baik, sehat, bersih, dan nyaman,” tutup Rusli.
Selain fokus pada pelayanan publik selama Ramadan, Perumda Pasar Kota Makassar juga menetapkan target finansial yang ambisius untuk tahun anggaran 2026.
Setelah sukses mencatatkan sejarah dengan menyetor deviden sebesar Rp1,3 miliar pada tahun 2025, perusahaan kini membidik target kontribusi kepada Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp4 miliar.
Rusli Patara menyatakan bahwa optimisme ini didasarkan pada rencana pengambilalihan pengelolaan tiga pasar besar yang selama ini dikelola oleh pihak ketiga, yakni Pasar Daya, Pasar Butung, dan Pasar Sentral.
“Target deviden Rp4 miliar di tahun 2026 ini tidak susah dicapai. Kami yakin karena akan ada penambahan pengelolaan tiga pasar besar (Daya, Butung, dan Sentral) yang akan memberikan dampak positif dan membuat perusahaan semakin besar,” ujar Rusli Patara.
Untuk mendukung target tersebut, Perumda Pasar akan terus memperkuat sistem digitalisasi retribusi guna meminimalisir kebocoran pendapatan serta melanjutkan efisiensi birokrasi internal.
Dengan penguatan tata kelola ini, Perumda Pasar berkomitmen untuk tidak hanya menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang modern dan transparan di Kota Makassar.
Nonton video untuk informasi selengkapnya, klik link berikut:
https://youtu.be/Vk5qNObM4Q8?si=r2sCJ-c-0e_aJIyl
(*)





