MakassarNews

DPRD Makassar Kawal Strategi Bapenda Kejar PAD Rp2,4 Triliun

Ismail mengungkapkan, sumber PAD terbesar tahun lalu masih didominasi dari Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak reklame.

Namun, potensi pajak restoran dan minuman kini dinilai semakin menjanjikan seiring maraknya pertumbuhan usaha kuliner di Kota Makassar.

“Kita lihat sekarang banyak kafe dan tempat makan yang berkembang, bahkan ada yang dari rumah pribadi berubah jadi kafe. Ini potensi pajak yang harus dimaksimalkan,” jelasnya.

BACA JUGA  APBD-P 2025: Pendapatan dan Belanja Menyusut, Fokus ke Program Prioritas

Karena itu, Komisi B mendorong Bapenda untuk lebih aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak), uji petik, serta sosialisasi kepada para pelaku usaha agar taat pajak.

Menurut Ismail, kepatuhan pajak sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan pembangunan Kota Makassar.

“Pajak yang dibayarkan hari ini adalah untuk pembangunan Makassar ke depan. Ini yang harus terus disosialisasikan kepada para pengusaha,” tegasnya.

Komisi B DPRD Makassar, memastikan akan terus mengawal dan mengawasi kinerja Bapenda agar potensi pajak daerah dapat digali secara optimal dan transparan sepanjang 2026.

BACA JUGA  DP2 Kota Makassar Matangkan Pembangunan Rumah Budidaya Maggot untuk Dukung Ekonomi Sirkular

(*)

Lihat Semua

Previous page 1 2

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button