
Dalam kondisi tertentu, Jamal melanjutkan, mekanisme tersebut dapat memicu peningkatan produktivitas primer dan memperkuat ketersediaan pakan alami pada rantai makanan laut. Untuk menjelaskan alur prosesnya secara lebih terukur, tim mengembangkan pendekatan pemodelan ekosistem.
Model ini ditujukan untuk menautkan dinamika fisik, pertukaran massa air, ketersediaan nutrien, hingga implikasinya terhadap produktivitas dan jejaring makanan.
Penelitian di kawasan gunung laut Sulawesi Utara ini dinilai penting untuk memperluas basis pengetahuan tentang ekosistem laut dalam Indonesia. Di tengah meningkatnya perhatian pada laut dalam, baik untuk konservasi maupun pemanfaatan, riset berbasis data lapangan dan analisis terpadu menjadi fondasi agar kebijakan dan perencanaan ruang laut disusun berdasarkan bukti ilmiah yang memadai.
Selain menghasilkan data dan temuan ilmiah, Jamal menambahkan, misi ini juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas peneliti Indonesia melalui pengalaman bekerja dalam lingkungan kapal riset berkapasitas besar dan lintas-disiplin. Langkah ini diproyeksikan menjadi pijakan awal untuk mendorong kolaborasi riset laut dalam yang lebih panjang, terarah, dan berkelanjutan. (*/jamal/mir)





