
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Makassar menegaskan kembali komitmennya untuk memaksimalkan peran cagar budaya tidak hanya sebagai warisan sejarah, tetapi juga sebagai sarana edukasi yang strategis bagi masyarakat luas.
Fokus ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang pemerintah kota untuk semakin memperkenalkan kekayaan sejarah lokal kepada generasi saat ini dan masa depan.
Dalam pernyataannya, Kepala Disbud Kota Makassar, Andi Patiware, menyoroti pentingnya pemeliharaan cagar budaya yang berkelanjutan.
Melalui program-program yang dirancang secara terencana, pihaknya berupaya memastikan bahwa setiap cagar budaya yang tercatat tidak hanya dilindungi secara fisik tetapi juga dimanfaatkan secara aktif dalam konteks pendidikan publik.
Menurut Andi Patiware, peningkatan pemahaman masyarakat tentang nilai-nilai sejarah dan budaya akan turut memperkuat rasa cinta terhadap identitas lokal.
Cagar budaya bukan sekadar bangunan atau situs tua, tetapi ruang refleksi yang membantu masyarakat memahami akar-akar peradaban yang membentuk jati diri komunitas saat ini.
Ia menegaskan pentingnya pendekatan edukatif dalam setiap pemeliharaan cagar budaya. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya melihat cagar budaya sebagai objek estetika atau wisata semata, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan yang kaya.
“Cagar budaya bukan hanya sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga aset pendidikan yang bisa kita manfaatkan untuk membuka wawasan masyarakat tentang perjalanan sejarah kita,” ujar Andi Patiware Kamis,15 Januari 2026 saat melakukan audiensi dengan RRI.
Langkah strategis ini sejalan dengan prinsip pelestarian budaya yang diamanatkan oleh regulasi nasional tentang cagar budaya, yang mewajibkan pemerintah daerah dan masyarakat bersama-sama menjaga nilai-nilai sejarah sebagai bagian dari kekayaan bangsa.
Dalam konteks ini, Disbud Kota Makassar siap menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk institusi pendidikan, komunitas lokal, dan media, untuk memperluas jangkauan edukasi budaya.
Ke depannya, Disbud Kota Makassar berencana menggelar berbagai kegiatan yang bersifat interaktif, seperti tur situs bersejarah yang dipandu, lokakarya budaya, serta integrasi materi sejarah lokal ke dalam program pembelajaran masyarakat.
Inisiatif ini diyakini akan memperkaya pengalaman belajar masyarakat secara langsung di lokasi cagar budaya, sekaligus meningkatkan apresiasi publik terhadap warisan budaya kota.
Melalui pendekatan yang inovatif dan partisipatif, Disbud Kota Makassar berharap masyarakat tidak hanya memahami pentingnya pemeliharaan cagar budaya tetapi juga aktif terlibat dalam upaya pelestarian.
Dengan demikian, cagar budaya dapat berfungsi ganda: sebagai penopang identitas lokal sekaligus sebagai media edukasi yang hidup bagi semua umur.
(*)





