
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menyatakan kesiapan bursa dalam meningkatkan transparansi seiring percepatan reformasi pasar modal.
“Apa yang akan kami lakukan untuk melakukan pendalaman dari sisi demand khususnya, agar lebih banyak lagi investor asing masuk dengan penambahan bobot Indonesia di dalam konstituen. Antara lain adalah tadi juga sudah disampaikan, kami SRO akan meningkatkan disclosure,” tegas Jeffrey.
Pada kesempatan yang sama, Chief Executive Officer Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan pentingnya kualitas, transparansi, dan akuntabilitas bursa sebagai pilar utama pasar modal nasional.
“Bagaimana bursa kita ini tumbuh tidak hanya dari segi market cap, tapi juga dari kualitas dari bursa kita ini adalah kualitas yang baik dan benar,” kata Rosan.
Melalui percepatan reformasi ini, OJK menegaskan komitmennya untuk menjadikan pasar modal Indonesia semakin kuat, terpercaya, dan berdaya saing global, sekaligus menjadi pilar penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
(*)





