
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam menata kawasan kota dari keberadaan lapak yang masih berdiri di atas saluran drainase dan trotoar.
Melalui jajaran kecamatan dan kelurahan, pemerintah tidak serta-merta melakukan penertiban, melainkan membangun komunikasi intens dengan para pemilik lapak sebelum tindakan dilakukan.
Pendekatan emosional dan edukatif kini menjadi prioritas. Camat, lurah, dan aparat wilayah turun langsung berdialog, memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga fungsi drainase dan trotoar sebagai fasilitas umum, sekaligus mengajak pedagang menyiapkan lokasi alternatif untuk relokasi.
Langkah ini ditempuh agar penataan berjalan tertib tanpa gejolak, tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan keberlangsungan usaha warga.
Di Kecamatan Panakkukang, Camat Syahril memimpin langsung pendekatan humanis dengan menemui pemilik lapak di Jalan Pettarani II tembusan Racing Center.
Ia berdialog terbuka dan meminta pedagang yang berjualan di atas drainase segera membongkar atau mengamankan sendiri lapaknya.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis. Kami datang langsung bertemu warga, berdialog, dan memberikan pemahaman agar pedagang secara sadar membongkar sendiri lapaknya yang berdiri di atas drainase,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).





