Kota di Jepang Putuskan Membatalkan Festival Sakura Akibat Perilaku Turis yang Menyulitkan Warga Setempat
Wali Kota Fujiyoshida, Shigeru Horiuchi, menjelaskan bahwa keputusan tersebut bukan diambil secara ringan, melainkan sebagai respons atas tekanan yang dialami warga.
“Kami mengalami krisis berat.” Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran pemerintah kota mengenai dampak negatif dari jumlah wisatawan yang terus berkembang pesat, terutama pada kualitas kehidupan sehari-hari masyarakat.
Festival sakura tersebut telah berlangsung selama satu dekade dan menjadi daya tarik wisata yang populer karena pemandangan pohon sakura dengan latar pemandangan Gunung Fuji yang ikonik.
Namun, peningkatan kunjungan wisatawan yang drastis dalam beberapa tahun terakhir telah melampaui kapasitas kota, sehingga membawa konsekuensi serius bagi kenyamanan dan kebersihan lingkungan setempat.
Meski festival dibatalkan, pihak berwenang memperkirakan kunjungan wisatawan akan tetap tinggi selama musim semi, terutama pada puncak mekarnya bunga sakura di bulan April dan Mei.
Pemerintah Kota Fujiyoshida berencana meningkatkan upaya manajemen kunjungan, termasuk pengaturan keamanan dan sarana pendukung bagi pengunjung, agar lonjakan wisatawan dapat diantisipasi tanpa mengganggu kehidupan warga terlalu parah.





