
“Pendidikan memang gratis, tapi masih ada pembiayaan lain yang tidak semua keluarga mampu. Selain itu, dukungan orang tua dan ketepatan sasaran bantuan pendidikan juga menjadi tantangan besar,” ungkapnya.
Diskusi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesepahaman lintas sektor dan melahirkan kebijakan serta aksi nyata yang lebih berpihak pada perlindungan anak dan kelompok rentan di Sulawesi Selatan.
(*)





