
SOLUSIMEDIA.ID – Tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Sekitar 60 persen komposisinya adalah cairan yang berperan penting dalam hampir semua fungsi tubuh, mulai dari mengatur suhu, melumasi sendi, hingga membantu pencernaan dan distribusi oksigen ke seluruh organ.
“Air membantu tubuh membuang racun, menjaga kesehatan sel dan jaringan, serta mendukung kerja organ secara optimal,” ujar Tamika Henry, dokter keluarga bersertifikat dan pendiri Unlimited Health Institute di California, seperti dikutip dari Real Simple.
Masalahnya, tubuh terus kehilangan cairan setiap hari melalui keringat, urine, dan napas. Ketika asupan cairan lebih sedikit daripada yang dikeluarkan, tubuh akan mengalami dehidrasi.
Banyak orang menunggu rasa haus sebagai tanda. Padahal, menurut Henry, saat Anda merasa haus, tubuh sebenarnya sudah mengalami dehidrasi ringan.
Selain haus, ada sejumlah tanda lain yang kerap luput disadari, termasuk yang memengaruhi kondisi fisik dan mental. Berikut tujuh di antaranya:
- Bau Mulut Tak Sedap
Produksi air liur akan menurun saat tubuh kekurangan cairan. Padahal, air liur memiliki sifat antibakteri alami. Ketika jumlahnya berkurang, bakteri penyebab bau mulut lebih mudah berkembang.
“Akibatnya, kuman penyebab bau lebih mudah berkembang,” kata Shyamala Vishnumohan, ahli gizi asal Australia.
- Merasa Lapar Terus-Menerus
Rasa lapar tidak selalu berarti tubuh membutuhkan makanan. Dalam beberapa kasus, sinyal tersebut muncul karena tubuh sebenarnya memerlukan cairan.
Keinginan untuk ngemil, terutama makanan asin, bisa menjadi tanda dehidrasi. Cobalah minum segelas air dan tunggu sekitar 15 menit sebelum memutuskan untuk makan camilan.
- Sakit Kepala
Dehidrasi kerap dikaitkan dengan sakit kepala. Salah satu teorinya, kekurangan cairan dapat menyebabkan perubahan tekanan di sekitar otak yang memicu reseptor nyeri.
Jika kepala terasa berat tanpa sebab yang jelas, bisa jadi tubuh Anda sedang kekurangan cairan.
- Sulit Fokus
Kekurangan cairan, bahkan dalam tingkat ringan, dapat memengaruhi konsentrasi dan fungsi kognitif. Dehidrasi bisa membuat seseorang lebih sulit fokus, lambat berpikir, dan kurang optimal dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
- Sembelit
Air berperan besar dalam proses pencernaan. Jika asupan cairan kurang, feses dapat menjadi keras dan sulit dikeluarkan.
Apabila frekuensi buang air besar berkurang atau terasa tidak lancar, dehidrasi bisa menjadi salah satu penyebabnya.
- Mudah Marah dan Sensitif
Perubahan suasana hati tidak hanya dipicu oleh kurang tidur atau rasa lapar. Dehidrasi juga dapat memengaruhi sistem saraf sehingga membuat seseorang lebih mudah tersinggung, tidak sabar, atau cepat kesal.
- Elastisitas Kulit Menurun
Kulit yang kurang elastis bisa menjadi tanda tubuh kekurangan cairan. Cobalah mencubit ringan kulit di punggung tangan. Jika kulit tidak segera kembali ke bentuk semula, itu bisa menjadi sinyal dehidrasi.
Pentingnya Menjaga Asupan Cairan
Menjaga tubuh tetap terhidrasi bukan hanya soal minum saat merasa haus. Mengenali tanda-tanda halus dehidrasi dapat membantu Anda lebih sigap memenuhi kebutuhan cairan dan menjaga tubuh tetap bugar sepanjang hari.
Jika keluhan berlanjut atau disertai gejala berat seperti pusing hebat, jantung berdebar, atau kebingungan, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga medis.
(*)





