
Kepala BPS Provinsi Sulawesi Selatan, Aryanto, menegaskan pentingnya peran petugas lapangan dalam pelaksanaan survei.
“Para petugas PPL dalam setiap pelaksanaan survei menjadi agen literasi, yang tidak hanya mengumpulkan data, tetapi juga menyampaikan edukasi kepada responden sehingga cakupan edukasi semakin luas dan pada akhirnya akan meningkatkan literasi keuangan masyarakat” ujar Aryanto.
Senada dengan itu, Kepala LPS Wilayah 3, Fuad Zaen, menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan melalui SNLIK 2026.
Ia menyatakan bahwa “Di tahun 2026 ini LPS turut bergabung bersama OJK dan BPS untuk memperoleh gambaran tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat yang akan menjadi pedoman bagi OJK dan LPS dalam menyusun strategi peningkatan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Tentu saja hal ini merupakan salah satu sarana edukasi kepada masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk menyimpan penghasilan di bank demi keamanan, serta memahami bahwa simpanan di bank dijamin oleh LPS sesuai ketentuan yang berlaku”.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch. Muchlasin, menekankan pentingnya survei ini sebagai dasar perumusan kebijakan.





