Lifestyle

Waspada Mikroplastik di Dapur: Tersembunyi dari Air hingga Peralatan Masak

SOLUSIMEDIA.ID — Tanpa disadari, mikroplastik hadir di hampir setiap sudut dapur—mulai dari makanan, minuman, hingga peralatan memasak dan mencuci.

Partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm (mikroplastik) bahkan hingga 1–1.000 nanometer (nanoplastik) dapat masuk ke tubuh melalui berbagai jalur konsumsi sehari-hari.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Environmental Science & Technology pada 2018 terhadap 109 negara menemukan bahwa jumlah plastik yang dikonsumsi masyarakat pada 2018 enam kali lebih tinggi dibandingkan 1990.

Mikroplastik juga telah terdeteksi dalam darah, otak, bahkan plasenta manusia. Meski dampak kesehatannya masih terus diteliti, para ahli menilai ada potensi gangguan terhadap sistem tubuh.

Lantas, dari mana saja mikroplastik berasal di dapur?

Mikroplastik dalam Proses Memasak hingga Mencuci

Dikutip dari BBC (22/9/2025), paparan mikroplastik dapat terjadi dalam setiap tahapan konsumsi makanan—dari memasak hingga mencuci peralatan makan.

Penelitian dalam Journal of Hazardous Materials (2021) menunjukkan bahwa seseorang dapat mengonsumsi 3–4 mg plastik per porsi nasi rumahan, dan jumlahnya bisa meningkat hingga 13 mg pada nasi yang telah dimasak.

Berikut sumber utama mikroplastik di dapur:

  1. Air

Air menjadi salah satu sumber paparan terbesar, baik dari botol plastik maupun air keran.

  • Membuka dan menutup botol plastik dapat mencemari air hingga 553 partikel mikroplastik per liter.
  • Studi dalam jurnal Emerging Contaminants (2025) menemukan mikroplastik pada 177 sampel air keran yang diuji di berbagai negara, termasuk China, Eropa, Jepang, Arab Saudi, dan Amerika Serikat.
  • Teh celup berbahan plastik dapat melepaskan sekitar 11,6 miliar mikroplastik dan 3,1 miliar nanoplastik ke dalam satu cangkir minuman.
  1. Garam
BACA JUGA  Trik Merekah Telur Rebus Agar Kulitnya Mudah Lepas, Ini Tips dari Pakar Kuliner

Garam, khususnya garam laut, mengandung mikroplastik akibat kontaminasi di perairan dan proses produksi.

Air garam dalam mangkuk plastik bahkan dapat melepaskan mikroplastik tiga kali lebih banyak dibanding air biasa karena gesekan kristal garam dengan permukaan wadah.

  1. Kemasan dan Wadah Plastik

Kemasan plastik dan kaleng berlapis plastik juga berkontribusi terhadap paparan mikroplastik.

Pejabat program senior ilmu plastik dan material di World Wildlife Fund, Annelise Adrian, menyebut bahwa makanan yang disimpan dalam plastik hampir pasti mengandung mikroplastik.

Berdasarkan penelitian di Scientific Reports (2020), membuka kemasan plastik saja dapat menghasilkan hingga 250 keping mikroplastik per sentimeter.

Usia wadah plastik juga berpengaruh. Mangkuk melamin yang telah dicuci ratusan kali diketahui melepaskan lebih banyak partikel dibanding saat baru digunakan.

  1. Peralatan Memasak
  • Talenan plastik dapat menghasilkan 100–300 partikel mikroplastik per milimeter goresan.
  • Studi di UEA (2022) menemukan daging dari tukang daging dan supermarket mengandung mikroplastik yang berasal dari talenan plastik.
  • Wajan antilengket yang tergores bisa melepaskan ribuan hingga jutaan partikel setiap kali digunakan.
  • Wadah plastik yang dipanaskan dalam microwave selama tiga menit dapat melepaskan hingga 4,22 juta mikroplastik dan 2,11 miliar nanoplastik per sentimeter persegi.
BACA JUGA  Ide Kado Natal dan Tahun Baru Hemat yang Tetap Bermakna

Semakin tinggi suhu, semakin banyak partikel yang dilepaskan.

  1. Peralatan Mencuci

Spons dapur yang aus dapat melepaskan hingga 6,5 juta partikel mikroplastik per gram. Penambahan cairan pembersih tertentu bahkan dapat memperparah pelepasan partikel tersebut.

Cara Mengurangi Paparan Mikroplastik

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan mikroplastik di dapur antara lain:

  • Mencuci beras sebelum dimasak: dapat mengurangi mikroplastik hingga 20–40 persen.
  • Mencuci daging dan ikan: membantu menurunkan jumlah partikel meski tidak menghilangkannya sepenuhnya.
  • Menghindari makanan ultra-olahan: semakin banyak proses industri, semakin besar potensi kontaminasi.
  • Menggunakan filter air: filter karbon sederhana dapat mengurangi hingga 90 persen mikroplastik.
  • Mengganti peralatan plastik dengan kaca atau baja tahan karat.

Ahli biologi kelautan dari Norwegian Institute for Water Research, Vilde Snekkevik, menyebut silikon memang lebih stabil dibanding plastik biasa, tetapi tetap bisa terdegradasi pada suhu sangat tinggi.

Karena itu, penggunaan kaca dan baja tahan karat dinilai sebagai alternatif paling aman untuk jangka panjang.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button