
SOLUSIMEDIA.ID, MAKASSAR — Kepemimpinan yang kuat tidak hanya lahir dari kecakapan teknis, tetapi juga dari karakter dan integritas yang teruji.
Hal inilah yang menjadi landasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam membangun kualitas aparatur sipil negara (ASN).
Berangkat dari pemahaman tersebut, Pemprov Sulsel menggelar Ramadhan Leadership Camp di Asrama Haji Makassar Sudiang pada 21–28 Februari 2026.
Berbeda dengan pendidikan dan pelatihan konvensional, program ini dirancang sebagai leadership camp bernuansa Ramadan yang tidak hanya mengasah kompetensi teknis birokrasi, tetapi juga memperkuat integritas, karakter, serta spiritual leadership ASN. Kegiatan ini setara dengan 88 jam pelajaran (JP).
Di tengah suasana Ramadan, kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi antara kebijakan nasional, penguatan tata kelola pemerintahan daerah, serta pembinaan nilai spiritual.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sulsel, Muhammad Jufri, menjelaskan bahwa seluruh tahapan persiapan kegiatan telah berjalan sesuai rencana. Pelaksanaan hari pertama diisi dengan pendaftaran peserta serta salat tarawih.
“Sejak pukul 13.00 Wita hari ini, seluruh tim sudah siap di sekretariat untuk menerima pendaftaran peserta yang sebelumnya telah diundang. Semua fasilitas juga sudah dipastikan siap, termasuk akomodasi peserta,” ujar Jufri, Sabtu (21/2/2026).
Ia menambahkan, meskipun hari pertama belum dijadwalkan registrasi penuh, rangkaian kegiatan diawali dengan buka puasa bersama, salat tarawih, dan ceramah Ramadan sebagai bagian dari penguatan suasana spiritual sebelum memasuki materi inti.
“Fokus kajian dalam leadership camp ini mencakup empat hal penting, yaitu pengelolaan keuangan daerah, pengadaan barang dan jasa, pengawasan, serta penguatan karakter dan akhlak kepemimpinan,” katanya.
Sebanyak 735 pejabat struktural, 100 kepala sekolah, dan 16 direksi BUMD mengikuti kegiatan ini. Peserta berasal dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel.
Untuk memastikan disiplin dan ketertiban peserta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sulsel turut ditugaskan melakukan pengawasan.
Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwin Azis, mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 45 personel.
“Tugas kami memastikan kegiatan berjalan lancar. Peserta tidak meninggalkan lokasi selama kegiatan berlangsung, serta menjaga kedisiplinan, termasuk memastikan waktu istirahat dimanfaatkan dengan baik,” ujarnya.
Dari sisi peserta, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sulsel, Iqbal Suhaeb, menilai Ramadhan Leadership Camp sebagai terobosan baru dalam pembinaan ASN.
“Ini pertama kalinya kegiatan seperti ini dilaksanakan di Pemprov Sulsel. Di bulan Ramadan, selain pendalaman kajian keagamaan, peserta juga mendapatkan penguatan materi mendasar seperti keuangan, pengadaan, dan pengelolaan aset,” ujarnya.
Kasubag Umum Kepegawaian BPSDM Sulsel, Syamrina Maulana Aris, menyebut kegiatan ini sebagai ruang pembentukan pemimpin yang utuh.
“Harapannya, kami bisa menjadi pemimpin yang lebih baik, bertakwa, bermanfaat bagi banyak orang, dan mampu menjadi teladan. Materi yang disiapkan sangat kaya dan relevan untuk penguatan kepemimpinan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Akhirudin, berharap kegiatan ini memberi dampak positif bagi kompetensi birokrasi dan pembinaan spiritual ASN.
“Kegiatan ini sejalan dengan harapan Bapak Gubernur agar ASN meningkatkan kualitas ibadah, termasuk hafalan Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat silaturahmi antarpejabat lintas OPD,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, Kepala SMKN 9 Makassar, Sigit Hendra Waskita, menilai materi yang disajikan sangat relevan dengan tantangan kepemimpinan kepala sekolah.
“Setelah melihat rundown yang ada, materinya sangat aplikatif, mulai dari tata kelola keuangan, manajerial kepemimpinan, hingga penguatan akhlak sebagai dasar memimpin satuan pendidikan,” kata Sigit.
Ramadhan Leadership Camp Pemprov Sulsel diharapkan menjadi model pembinaan kepemimpinan ASN yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan dengan mengintegrasikan kompetensi teknis, tata kelola pemerintahan yang baik, serta nilai moral dan spiritual sebagai fondasi kepemimpinan publik.
(*)





