
“Ramadan hanya datang satu bulan dalam setahun. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi karena tidak memaksimalkan ibadah dan amal kebaikan di bulan yang penuh rahmat ini,” tuturnya.
“Jika Ramadan berlalu tanpa peningkatan iman dan ketakwaan, maka kita kehilangan banyak keberkahan,” sambung Appi.
Munafri juga mengapresiasi kondisi Masjid An-Nur yang dinilainya memiliki arsitektur dan estetika yang sangat baik. Namun, ia menegaskan bahwa fungsi masjid tidak hanya sebatas tempat pelaksanaan ibadah ritual.
Lanjut dia, Masjid ini sudah sangat baik dari sisi arsitektur dan estetika. Tetapi masjid tidak hanya dijadikan tempat salat semata.
“Masjid harus menjadi pusat interaksi sosial, tempat bermusyawarah, menyelesaikan persoalan-persoalan masyarakat, dan menjadi ruang pembinaan umat,” jelasnya.
Ia berharap masjid dapat berperan lebih luas sebagai pusat pembinaan generasi muda Islam.
Menurutnya, masjid harus menjadi tempat melahirkan generasi Qurani yang akan membawa kebanggaan bagi bangsa di masa depan, khususnya menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Kita ingin masjid menjadi tempat membentuk generasi Islam, generasi Qurani, generasi yang kelak di tahun 2045 mampu memberikan kebanggaan bagi kita semua. Dari masjid inilah nilai-nilai keimanan, akhlak, dan kebersamaan ditanamkan,” katanya.





