Terbangun Pukul 3 Pagi? Bisa Jadi Itu Sisa Pola Tidur Leluhur Manusia

Haruskah Khawatir Jika Terbangun?
Para klinisi tidur menyebut terbangun singkat di malam hari sebagai hal normal, terutama saat transisi fase tidur, termasuk menjelang fase REM yang berkaitan dengan mimpi. Yang lebih penting adalah respons terhadap kondisi tersebut.
Terapi perilaku kognitif untuk insomnia (CBT-I) menyarankan bangun dari tempat tidur setelah sekitar 20 menit tidak bisa tidur, melakukan aktivitas ringan di bawah cahaya redup, lalu kembali saat rasa kantuk muncul.
Menutup jam dan berhenti menghitung waktu juga dianjurkan, karena kecemasan dapat membuat waktu terasa berjalan lebih lambat.
Kesimpulannya, terbangun di tengah malam belum tentu tanda gangguan. Bisa jadi, itu hanyalah jejak pola tidur leluhur yang masih tersimpan dalam tubuh manusia modern.
(*)





