Lifestyle

Dokter Ingatkan Bahaya Konsumsi Kopi Berlebihan, Bisa Perburuk Kecemasan

SOLUSIMEDIA.ID — Kopi merupakan salah satu minuman paling populer di dunia, termasuk di Indonesia. Budaya minum kopi di Tanah Air telah mengakar sejak masa kolonial dan kini semakin berkembang seiring menjamurnya coffee shop, khususnya di kalangan anak muda.

Aktivitas “ngopi” tak sekadar menikmati minuman, tetapi juga menjadi sarana bersosialisasi dan melepas penat.

Bagi sebagian orang, kopi bahkan menjadi bagian dari rutinitas harian untuk membantu memulai aktivitas atau mengurangi rasa lelah.

Namun, kebiasaan minum kopi yang terlalu sering tanpa disadari dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.

Bisa Memperburuk Kecemasan

Menurut dr. Kevin Mulya S, Sp.N-FMIN, dokter spesialis saraf yang berpraktik di RS EMC Alam Sutera, konsumsi kafein berlebihan dapat memperburuk kecemasan, memicu sakit kepala, hingga menyebabkan ketergantungan.

“Pada orang yang memiliki bakat kecemasan, kafein justru bisa meningkatkan respons tubuh menjadi lebih siap atau fight, sehingga kecemasannya bisa bertambah,” ujarnya dalam program Bincang Sehat bersama Antara, Jumat (19/12/2025).

BACA JUGA  Dari Hobi Jadi Rezeki, Kreator Konten Kian Menjanjikan di Era Digital

Ia menjelaskan, kafein dalam dosis tinggi mengaktivasi sistem saraf simpatis—bagian dari sistem saraf otonom—yang dapat meningkatkan denyut jantung dan menimbulkan rasa gelisah. Kondisi ini dapat memperberat gejala pada individu dengan gangguan kecemasan.

Batas Aman 1–2 Gelas per Hari

Kevin menyarankan batas aman konsumsi kopi idealnya hanya 1–2 gelas per hari. Namun, dalam praktiknya, tidak sedikit orang yang mengonsumsi 5–10 gelas kopi sehari tanpa menyadari risikonya.

Dokter lulusan Universitas Indonesia tahun 2014 itu juga mengingatkan agar penghentian konsumsi kopi tidak dilakukan secara mendadak, terutama bagi peminum berat.

Penghentian kafein secara tiba-tiba dapat memicu sakit kepala akibat putus kafein, disertai rasa lelah, sulit berkonsentrasi, serta perubahan suasana hati. Karena itu, pengurangan konsumsi sebaiknya dilakukan secara bertahap.

“Kafein bukan molekul yang bisa dianggap sepele jika dikonsumsi berlebihan. Itu bisa menimbulkan sakit kepala dan bersifat adiktif,” kata Kevin, yang fokus menangani kasus migrain dan nyeri kepala.

BACA JUGA  Nanas Tak Sekadar Segar, Ini Beragam Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Waspadai Penggunaan Obat Pereda Nyeri

Selain kopi, Kevin juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang kerap mengandalkan obat pereda nyeri untuk mengatasi sakit kepala.

Penggunaan berulang tanpa kontrol dapat memicu medication-overuse headache, yakni sakit kepala akibat konsumsi analgesik berlebihan.

Obat generik yang mudah diperoleh di pasaran umumnya mengandung parasetamol dan kafein.

Jika dikonsumsi jangka panjang dan berlebihan, keduanya berisiko merusak fungsi hati serta menyebabkan peradangan lambung.

Ia mengingatkan, batas maksimal konsumsi parasetamol adalah 4 gram per hari atau sekitar delapan tablet.

“Dari awalnya satu kali sehari, bisa meningkat menjadi dua sampai tiga kali sehari, bahkan lebih. Ini sering tidak disadari pasien,” ujarnya.

Kevin menekankan bahwa tidak semua keluhan pusing atau sakit kepala harus langsung diatasi dengan obat atau kopi.

Istirahat yang cukup kerap menjadi solusi sederhana namun efektif. Jika keluhan tidak membaik, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter agar penyebabnya jelas dan penanganannya tepat.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button