
SOLUSIMEDIA.ID — Wacana pembukaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2026 mulai ramai diperbincangkan di media sosial.
Isu ini mencuat setelah Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini, menyinggung kebutuhan pengisian formasi akibat banyaknya aparatur sipil negara (ASN) yang memasuki masa pensiun.
Rini mengungkapkan, sekitar 160.000 ASN telah purnatugas pada 2025. Jumlah tersebut menjadi potensi kebutuhan formasi baru di berbagai kementerian dan lembaga.
“Kami kan sudah menyediakan sekitar 160.000 pensiun yang memang harus diisi. Mudah-mudahan, mudah-mudahan di 2026 ada tes CPNS,” ujar Rini, dikutip Senin (2/3/2026).
Meski demikian, ia belum memastikan kapan seleksi resmi dibuka. Menurutnya, proses perencanaan rekrutmen CPNS membutuhkan waktu panjang karena harus melalui tahapan perhitungan kebutuhan hingga kesiapan anggaran.
“Prosesnya sangat panjang ya, kesiapan anggarannya. Misalnya 160.000 tapi anggarannya belum bisa seluruhnya kita isi,” jelasnya.
Fresh Graduate Jadi Perhatian
Pemerintah, kata Rini, memberikan perhatian khusus kepada lulusan baru agar dapat berkontribusi dalam birokrasi pemerintahan.
“Kami sangat concern terhadap para fresh graduate untuk bisa ikut serta membantu birokrasi ini,” tegasnya.
Saat ini, Kementerian PANRB masih meminta setiap kementerian dan lembaga melakukan pemetaan kebutuhan jabatan serta kompetensi yang dibutuhkan di masing-masing instansi.
Jurusan Paling Banyak Dicari
Berdasarkan rekrutmen CPNS 2025 (yang digelar pada 2024), sejumlah jurusan tercatat memiliki kuota besar di instansi pusat maupun daerah.
Data ini mengacu pada rincian formasi dari Kementerian PANRB dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Berikut gambaran jurusan yang banyak dicari:
- Jenjang D3
Formasi D3 umumnya untuk tenaga teknis dan operasional, seperti:
- D3 Keperawatan
- D3 Kebidanan
- D3 Akuntansi
- D3 Teknik Informatika
- D3 Farmasi
- D3 Perpajakan
- D3 Teknik Sipil
- D3 Analis Kesehatan
- D3 Radiologi
- D3 Teknik Elektro
- Jenjang D4
Lulusan D4 (Sarjana Terapan) banyak dibutuhkan untuk posisi profesional-praktis, antara lain:
- D4 Akuntansi Sektor Publik
- D4 Administrasi Negara
- D4 Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak
- D4 Pertanahan
- D4 Manajemen Transportasi Darat
- D4 Teknologi Laboratorium Medis
- D4 Kearsipan Digital
- Jenjang S1
Formasi S1 paling variatif, mencakup jabatan fungsional ahli dan manajerial awal:
- S1 Ilmu Hukum
- S1 Teknik Informatika
- S1 Sistem Informasi
- S1 Akuntansi
- S1 Administrasi Publik
- S1 Teknik Sipil
- S1 Arsitektur
- S1 Statistik
- S1 Kesehatan Masyarakat
Talenta digital seperti lulusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi menjadi incaran karena percepatan sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Selain itu, pada seleksi sebelumnya banyak formasi dibuka untuk kebutuhan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN), sehingga jurusan infrastruktur seperti Teknik Sipil dan Arsitektur memiliki kuota besar.
Meski tenaga kesehatan dan guru banyak dialihkan ke skema PPPK, formasi CPNS untuk dokter dan perawat tetap tersedia, khususnya untuk rumah sakit pusat dan daerah tertinggal (3T).
Namun perlu dicatat, setiap kementerian dan pemerintah daerah memiliki kebutuhan spesifik. Formasi resmi tetap menunggu pengumuman pemerintah apabila seleksi CPNS 2026 benar-benar dibuka.
(*)





