
Sementara itu, Toni Tauladan mengungkapkan berdasarkan data Ditjen Perhubungan Darat, saat ini terdapat 35 perusahaan otobus dengan 236 armada AKAP resmi yang masih beroperasi di Terminal Daya. Hal ini menunjukkan potensi bangkitan permintaan angkutan antarprovinsi yang cukup besar.
Melalui dukungan APBN, pemerintah pusat akan mengoptimalkan rehabilitasi dan revitalisasi Terminal Daya Tipe A.
Kemenhub akan melakukan identifikasi kebutuhan terminal sekaligus menyusun timeline pelaksanaan, sembari menunggu penyerahan P3D (Personel, Pendanaan, Sarana dan Prasarana, serta Dokumen) dari Pemkot Makassar.
Rencana revitalisasi diperkirakan membutuhkan sekitar 12 hektare dari total hampir 14 hektare luas kawasan terminal saat ini.
Fasilitas yang akan dihadirkan meliputi gate kedatangan, area ramp check, ruang tunggu, hingga area pengendapan bus untuk jadwal keberangkatan yang memiliki jeda waktu cukup lama.
Toni juga mengapresiasi pertumbuhan ruang-ruang ekonomi masyarakat di kawasan terminal. Ia menegaskan, meski revitalisasi dilakukan, kerja sama Perumda Terminal dengan pelaku usaha tetap dapat berjalan guna mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.





