
SOLUSIMEDIA.ID, TOKYO — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada akhir Maret 2026.
Dalam lawatan tersebut, Presiden dijadwalkan menggelar pertemuan puncak dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Berdasarkan laporan Kyodo News pada Kamis, 5 Maret 2026, Jepang ingin menegaskan solidaritasnya dengan Indonesia dalam mendorong kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, mengingat posisi strategis Indonesia dalam jalur pelayaran internasional.
Sejumlah sumber pemerintahan Jepang menyebutkan Presiden Prabowo mempertimbangkan kunjungan selama dua hari yang dimulai pada 30 Maret 2026.
Jika terealisasi, lawatan ini akan menjadi kunjungan pertama Prabowo ke Jepang sejak dilantik sebagai Presiden RI pada Oktober 2024.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin diperkirakan membahas berbagai isu strategis, termasuk kerja sama dalam kerangka Free and Open Indo-Pacific (FOIP) yang menjadi salah satu pilar kebijakan luar negeri Jepang.
Perdana Menteri Takaichi sebelumnya menyampaikan rencana untuk memperbarui inisiatif FOIP yang pertama kali diusulkan oleh mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada 2016.
Dalam pengembangannya, Jepang berencana memperkuat hubungan dengan negara-negara Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) sebagai tumpuan utama strategi kawasan.
Selain isu geopolitik, kedua pemimpin juga diperkirakan bertukar pandangan mengenai penguatan kerja sama ekonomi, termasuk stabilitas rantai pasok komoditas penting di kawasan Indo-Pasifik.
Laporan Kyodo juga menyebut Indonesia merupakan salah satu penerima program bantuan keamanan resmi Jepang berupa peralatan pertahanan bagi negara mitra.
Pada Januari 2025, Jepang telah menyepakati penyediaan kapal patroli berkecepatan tinggi untuk Indonesia sebagai bagian dari kerja sama tersebut.
Pertemuan Prabowo dan Takaichi dinilai berpotensi memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Jepang, khususnya di bidang keamanan maritim, ekonomi strategis, serta stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
(*)





