
Ketika vitamin beredar secara berlebihan dalam aliran darah, tubuh dapat kesulitan membersihkannya.
Akibatnya, terjadi penumpukan yang memicu stres biokimia. Dalam kondisi tertentu, nutrisi yang seharusnya berfungsi sebagai antioksidan dapat beralih menjadi pro-oksidatif, menghasilkan radikal bebas yang merusak DNA.
Kerusakan DNA inilah yang meningkatkan kemungkinan pertumbuhan sel abnormal, salah satu faktor risiko kanker.
Beberapa studi populasi juga mengaitkan asupan mikronutrien tinggi dengan peningkatan risiko kanker pada kelompok tertentu.
Individu dengan faktor risiko seperti perokok, peradangan kronis, atau paparan zat karsinogen dinilai lebih rentan terhadap dampak ini.
Sel Kanker Bisa “Diuntungkan”
Penelitian eksperimental menunjukkan bahwa sebagian sel prakanker dapat tumbuh lebih cepat ketika terpapar mikronutrien dalam jumlah melimpah.
Beberapa nutrisi yang mendukung metabolisme energi, dalam kondisi tertentu, justru dapat membantu sel abnormal memperbaiki diri dan berkembang.
Efek biologis nutrisi sangat bergantung pada dosis. Apa yang bermanfaat dalam jumlah moderat bisa memberikan dampak berbeda ketika dikonsumsi dalam konsentrasi tinggi.





