
Sementara itu, citations per paper dan H-index berfungsi sebagai proksi kuantitatif untuk mengukur dampak serta produktivitas riset berbasis data bibliometrik. Adapun international research network menilai intensitas dan luasnya kolaborasi riset lintas negara.
“Dengan demikian, posisi Unhas dalam pemeringkatan ini menunjukkan bahwa pada bidang-bidang tertentu, kita telah memiliki kapasitas riset yang diakui, jejaring kolaborasi internasional yang berkembang, serta tingkat kepercayaan global yang semakin meningkat,” jelas Prof. JJ.
Pandangan tersebut sejalan dengan analisis global yang disampaikan oleh Senior Vice President QS, Ben Sowter, yang menyoroti semakin kompetitif dan terspesialisasinya lanskap pendidikan tinggi dunia.
“QS World University Rankings by Subject 2026 menunjukkan bahwa lanskap pendidikan tinggi global semakin kompetitif dan terfokus. Di tengah dominasi negara-negara tradisional, terlihat peningkatan signifikan dari kawasan Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin. Reputasi global kini semakin ditentukan oleh keunggulan pada bidang tertentu, melalui penguatan riset, kolaborasi, serta keterlibatan dengan industri,” ungkap Ben Sowter.





