SOLUSIMEDIA.ID — Pola asuh yang diterapkan orangtua berpengaruh pada kesuksesan anak di masa yang akan datang. Kesuksesan anak tidak bisa datang secara instans. Anak perlu punya karakter yang melekat pada dirinya hingga mereka remaja dan dewasa hingga bisa meraih kesuksesan di masa yang akan datang. Lantas apa saja ciri orangtua yang anaknya akan sukses? Dilansir dari laman Disdikpora Buleleng dan sumber lain, Kamis (16/10/2025) menyebutkan ciri-ciri orangtua yang anaknya akan sukses. Ciri orangtua yang anaknya akan sukses berkaitan erat dengan pola asuh mereka dalam membersamai anak-anaknya. Berikut informasinya: Ciri orangtua yang anaknya akan sukses Mengajarkan anak keterampilan sosial Peneliti dari Pennsylvania State University and Duke University menelusuri anak usia TK sampai usia 25 tahun dan menemukan hubungan erat antara kemampuan sosial semasa TK menentukan sukses di usia dewasa dua dekade mendatang. Membiasakan anak melakukan pekerjaan rumah, mengajarkan anak bertanggung jawab dan mandiri. Anak yang dibiasakan mengerjakan tugas rumah bisa menjadi pegawai yang bisa bekerjasama dengan rekannya. Mereka juga bisa memiliki rasa empati tinggi dan mampu mengerjakan tugas secara mandiri. Harapan orangtua yang tinggi Ekspektasi orangtua terhadap anaknya bisa berdampak pencapaian yang besar. Impian dan harapan oragntua pada anaknya itu bisa menjadi penyemangat orangtua untuk selalu mendukung dan membersamai buah hatinya. Memiliki orangtua yang harmonis Anak yang berasal dari keluarga penuh konflik, baik itu kekerasan atau perceraian, berpotensi menghadapi masa depan lebih suram dibandingkan mereka yang memiliki orangtua harmonis. Orangtua berpendidikan tinggi Ibu yang menamatkan kuliah cenderung jejaknya diikuti oleh anaknya. Sehingga anak bisa mendapatkan inspirasi dari pendidikan kedua orangtuanya. Minim stress Menurut penelitian yang dikutip dari Brigid Schulte dari Washington Post, jumlah jam yang disediakan ibu dengan anak berusia antara 3-11 tahun bisa memprediksi perilaku, kebahagiaan, dan pencapaian seorang anak. Penelitian lain menyebut, ibu yang stres karena harus bertaruh antara pekerjaan dan mencari waktu bersama anak akan berdampak buruk bagi anaknya. Menghargai usaha daripada menilai kegagalan Jika seorang anak diberitahu mereka lolos tes karena kepintarannya, itu akan menciptakan pikiran yang stagnan. Namun jika mereka sukses karena usahanya, alam pikiran mereka akan berkembang dengan pesat. Tegas tapi tetap lembut Orangtua harus mempunyai aturan yang jelas dalam kesehariannya. Jika anak melakukan kesalahan, orangtua tetap harus tegas tapi tetap memberitahu dengan penuh kasih sayang. Bisa menjadi contoh atau panutan bagi anaknya Tidak hanya dalam hal pendidikan, orangtua juga harus menjadi panutan bagi anaknya. Baik dalam hal pekerjaan, akhlak maupun saat berinteraksi dengan orang lain. Menjalin komunikasi terbuka dengan anak Orangtua bisa menjadi tempat yang nyaman untuk bercerita tentang apapun. Hal ini bisa bermanfaat untuk memperkuat hubungan emosional, mendukung perkembangan sosial dan emosional anak, membangun kepercayaan diri, serta membantu mereka mengelola emosi dan menyelesaikan masalah. (*)