News

UEA Desak Solusi Permanen Konflik Iran-AS, Selat Hormuz Tak Boleh Disandera

SOLUSIMEDIA.ID — Uni Emirat Arab (UEA) mendesak agar penyelesaian konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tidak hanya berhenti pada gencatan senjata, tetapi harus mencakup solusi permanen yang menjamin stabilitas kawasan, khususnya terkait keamanan Selat Hormuz.

Penasihat diplomatik Presiden UEA, Anwar Gargash, menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut tidak boleh dijadikan alat tekanan dalam konflik geopolitik.

Ia menekankan pentingnya kebebasan navigasi sebagai bagian utama dalam setiap kesepakatan damai.

“Selat Hormuz tidak boleh disandera oleh negara mana pun. Kebebasan navigasi harus menjadi bagian tak terpisahkan dari setiap penyelesaian konflik,” ujar Gargash.

Menurutnya, UEA menginginkan konflik segera berakhir, namun solusi yang diambil harus menyentuh akar persoalan.

BACA JUGA  Narasi terhadap Rektor Unhas Dinilai Gerus Etika Akademik

Ia memperingatkan bahwa gencatan senjata tanpa penyelesaian isu mendasar justru berpotensi memperburuk situasi di Timur Tengah.

“Kami tidak ingin melihat eskalasi terus terjadi. Tapi kami juga tidak ingin gencatan senjata yang gagal menyelesaikan isu-isu utama yang akan menciptakan lingkungan yang jauh lebih berbahaya di kawasan,” lanjutnya.

Isu utama yang disoroti meliputi program nuklir Iran, serta penggunaan rudal dan drone yang dinilai masih menjadi ancaman bagi negara-negara di kawasan Teluk.

Selain itu, stabilitas Selat Hormuz menjadi perhatian global mengingat jalur tersebut merupakan salah satu arteri utama distribusi energi dunia.

Sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global melintasi Selat Hormuz setiap hari, sehingga gangguan terhadap jalur ini dapat berdampak besar terhadap ekonomi internasional.

BACA JUGA  Bertepatan HLH, DLH Makassar Luncurkan Program Bebas Iuran Sampah untuk Warga Kurang Mampu

Di tengah meningkatnya ketegangan, UEA juga menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam upaya internasional guna menjaga keamanan jalur pelayaran tersebut.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kelancaran distribusi energi sekaligus mencegah krisis yang lebih luas.

Konflik antara AS dan Iran sendiri telah berlangsung selama beberapa pekan terakhir dan melibatkan serangkaian serangan serta balasan militer yang meningkatkan ketidakstabilan di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini mendorong berbagai pihak internasional untuk mencari solusi diplomatik yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button