
Meski demikian, sejumlah anggota DPR menyoroti aspek pelayanan jemaah, termasuk fasilitas hotel yang dinilai belum memenuhi standar. Anggota Komisi VIII DPR, Selly Andriany Gantina, mengkritik jarak hotel yang terlalu jauh dari pusat ibadah.
“Saya begitu terhenyak, begitu mendatangi salah satu hotel yang namanya Al-Hidayah. Di dalam forum ini, kita menyepakati bahwa jarak hotel yang terjauh itu adalah 4 kilometer atau 5 kilometer. Tetapi ternyata Al-Hidayah itu jaraknya hampir 13 kilometer,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Anggota Komisi VIII DPR, M. Husni, terkait kondisi fasilitas hotel yang dinilai tidak layak.
“Dan banyak hal-hal yang aneh kami lihat di Hotel Al Hidayah ini. Izin Gus Menteri, karena saya puluhan tahun kerja kain, saya lihat tuh gordennya sudah yang asli warna putih sudah warna kuning, Pak. Saya ketok, Pak, tssshhh keluar debunya, Pak. Saya lihat lagi gorden tebalnya itu, Pak. Itu produksi 30 tahun yang lalu, Pak,” ujarnya.
Selain itu, distribusi perlengkapan jemaah juga menjadi perhatian. Menteri Haji menyebut masih ada ribuan koper yang belum tersalurkan.
“Pada distribusi koper, progres secara umum relatif stabil dengan tingkat penyelesaian sekitar 58% dari total kebutuhan pada maskapai Saudia Airlines,” ucap Gus Irfan.





