
Menanggapi hal tersebut, Abdul Wachid meminta percepatan distribusi agar tidak menimbulkan keresahan di kalangan jemaah.
“Karena itu kemarin kita minta pihak Garuda untuk segera memastikan koper-koper bisa diterima dalam waktu yang singkat. Mereka menjanjikan maksimal tanggal 16. Maksimal. Tentu diusahakan sebelum itu sudah bisa diterima oleh calon jemaah,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan kenaikan biaya penerbangan tidak akan dibebankan kepada jemaah.
“Avtur mengalami kenaikan luar biasa akibat perang timur tengah, maskapai Garuda dan Saudia menaikkan biaya penerbangan per jemaah. Garuda naik (Rp) 7,9 juta per jemaah. Saudia naik $480 per jemaah,” tulis Dahnil.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan menanggung tambahan biaya tersebut melalui APBN.
“Hari ini Presiden memutuskan tidak boleh dibebankan kepada jemaah. Negara ambil alih beban tersebut melalui dana efisiensi dari APBN. Maka jemaah tidak perlu membayar beban kenaikan tersebut, diputuskan oleh Presiden dibayarkan langsung oleh APBN, dengan nilai total Rp 1,77 triliun,” tambahnya.





