
Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah program strategis yang tengah dan akan dikembangkan di Kabupaten Bone, seperti pembangunan Sekolah Rakyat, hilirisasi peternakan terintegrasi, pembangunan pabrik beras skala besar, serta pengembangan Bandara Arung Palakka dan pelabuhan sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru yang diarahkan untuk memperkuat posisi Bone dalam rantai pasok regional.
“Dengan berbagai program ini, kami optimistis Bone akan menjadi salah satu pintu gerbang utama Indonesia Timur di masa mendatang,” jelasnya. Optimisme tersebut didasarkan pada perencanaan program yang dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.
Selain itu, Pemprov Sulsel melalui program Multi-Years Project (MYP) 2025–2027 juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan dan irigasi di Bone guna memperkuat konektivitas dan ketahanan pangan.
Fatmawati turut menekankan pentingnya pengawalan program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), serta layanan cek kesehatan gratis agar benar-benar dampak dirasakan langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menyampaikan bahwa capaian pembangunan daerah sepanjang 2025 menunjukkan tren positif, di antaranya pertumbuhan ekonomi sebesar 6,15 persen serta raihan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ke-10 kali berturut-turut.





