
Di sisi lain, pada tahun 2026 Dinas Pertanahan juga memprioritaskan pengadaan lahan untuk pembangunan Jembatan Barombong yang diharapkan mampu mengurai kemacetan di wilayah tersebut.
“Tahun 2026 ini khusus untuk pengadaan lahan Jembatan Barombong sementara dalam proses. Kita berharap nanti pengadaan lahan ini tidak menghadapi kendala yang menghambat pembangunan jembatan untuk mengurai kemacetan,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pengamanan administrasi, fisik, dan yuridis, Dinas Pertanahan Kota Makassar optimis dapat mewujudkan tata kelola aset yang transparan dan akuntabel demi pelayanan publik yang lebih baik.
(*)





