
Kerja sama dirancang untuk mengintegrasikan keunggulan akademik dengan kebutuhan kebijakan publik, khususnya dalam merespons tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks. Pendekatan ini menempatkan sains sebagai dasar dalam perumusan aksi mitigasi dan adaptasi.
Ketua Pusat Studi Perubahan Iklim Unhas, Ir. Rijal M. Idrus, M.Sc., Ph.D menjelaskan salah satu fokus utama kolaborasi tersebut melalui penguatan edukasi perubahan iklim berbasis bukti ilmiah yang dapat diakses oleh masyarakat luas. Edukasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan literasi, tetapi mendorong perubahan perilaku yang berdampak langsung pada lingkungan.
Selain itu, program peningkatan kapasitas menjadi komponen penting dalam kerja sama ini, dengan sasaran berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal. Upaya ini mencakup pelatihan, pendampingan, serta penguatan kompetensi dalam implementasi aksi iklim.
“Integrasi program ke dalam skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik juga menjadi salah satu strategi kunci untuk memperluas jangkauan intervensi. Mahasiswa diharapkan berperan sebagai agen perubahan yang mampu mengimplementasikan solusi berbasis sains di masyarakat,” jelas Rijal Idrus.





