
Sementara itu, Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim, Irawan Asaad, S.T., M.Sc., Ph.D., menyebutkan kolaborasi bersama Unhas dapat diperkuat melalui pertukaran data dan informasi sebagai pondasi pengambilan keputusan yang lebih akurat. Menurutnya, ketersediaan data yang terintegrasi menjadi hal penting dalam merancang kebijakan yang responsif dan berbasis evidensi.
Lebih lanjut, dirinya menyebutkan dukungan terhadap kegiatan penelitian yang menjadi bagian penting dalam memperkuat basis ilmiah dari setiap program yang dijalankan. Penelitian diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia.
“Pendampingan implementasi aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat local dapat dilakukan secara bersama sama, termasuk pengelolaan sampah berkelanjutan, yang nantinya diharapkan mampu memberikan dampak nyata sekaligus menjadi model replikasi di wilayah lain,” jelas Irawan.
Melalui kolaborasi tersebut, kedua pihak juga membuka peluang pengembangan program bersama dalam skema hibah internasional. Hal ini diharapkan dapat memperluas cakupan dan meningkatkan kualitas program berbasis sains yang dihasilkan. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim dan Kepala Pusat Studi Perubahan Iklim Unhas pada Kamis (9/04), pukul 17.00 WITA di Lounge Lantai 8, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar.





