
SOLUSIMEDIA.ID,MAKASSAR – Di tengah kebijakan Work From Home (WFH) bagi ASN setiap Jumat, aktivitas di Balai Kota Makassar tetap berjalan penuh. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat kerja dan memastikan program strategis tetap berjalan.
Salah satu fokus utama adalah penanganan krisis sampah yang kian kompleks di kota metropolitan seperti Makassar. Pemkot menggelar rapat koordinasi bersama Kepala Pusdal LH-SUMA, Azri Rasul, guna merumuskan sistem pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi.
Munafri menegaskan, Makassar harus segera keluar dari zona darurat sampah. Ia mendorong transformasi pengelolaan di TPA dari sistem open dumping ke sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.
Saat ini, kapasitas pengangkutan sampah baru mencapai sekitar 67 persen dari total produksi harian yang mencapai 800 hingga 1.000 ton. Artinya, masih ada sekitar 30 persen sampah yang belum tertangani optimal.
Selain itu, persoalan serius juga terjadi di TPA, termasuk limbah lindi yang telah meluas hingga 17 hektare dan berdampak ke permukiman warga.
Munafri menekankan, penanganan sampah bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, melainkan seluruh perangkat daerah. Ia meminta komitmen lintas sektor, mulai dari kecamatan, pasar, hingga fasilitas publik.





