Dia juga menekankan pentingnya peran aktif pemerintah wilayah hingga tingkat RT/RW dalam melakukan pengawasan terhadap area rawan kebakaran, sebagai langkah pencegahan dini.
Di sisi lain, Damkarmat Makassar juga menyoroti kebutuhan penguatan sarana dan prasarana seiring perkembangan kota dan kompleksitas penanganan kebakaran yang semakin tinggi.
“Penanganan kebakaran saat ini semakin kompleks, termasuk munculnya kasus kebakaran baterai kendaraan listrik yang membutuhkan alat khusus seperti fire blanket, yang saat ini belum tersedia,” ungkapnya.
Selain itu, Damkarmat juga membutuhkan armada khusus untuk penanganan kebakaran di wilayah perairan, seperti speedboat atau fireboat.
Saat ini, fasilitas yang tersedia masih terbatas pada perahu karet. Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat meminimalisir risiko bencana selama musim kemarau.
“Kami juga memastikan pelayanan penanggulangan kebakaran dan penyelamatan tetap berjalan optimal bagi masyarakat,” tukasnya. (*)





