
Fadli menyebutkan, terdapat tiga dampak utama yang harus diantisipasi selama periode El Nino, yakni krisis air bersih, peningkatan risiko kebakaran, serta gangguan kesehatan masyarakat.
“Krisis air menjadi dampak paling awal dan paling terasa. Bahkan di musim hujan saja, beberapa wilayah seperti Tallo sudah mengalami kekurangan air bersih,” ungkapnya.
Puncak dampak diperkirakan terjadi hingga Oktober, dengan intensitas tertinggi sekitar bulan tersebut.
BPBD Makassar telah memetakan sedikitnya enam kecamatan yang diprediksi mengalami dampak paling signifikan, yakni Kecamatan Tallo, Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, Manggala, dan Ujung Tanah.(*)





