Di balik angka kuartil, ada proses panjang yang berlangsung di ruang-ruang editorial. Pengelola jurnal secara berkala melakukan diskusi strategis, menelaah tren sitasi, kualitas naskah, internasionalisasi penulis, serta standar etika publikasi. Langkah ini dinilai penting karena kompetisi jurnal global kini tidak hanya bergantung pada jumlah artikel, tetapi juga dampak ilmiah dan reputasi akademik.
Fakultas Hukum mencatat sejarah tersendiri melalui Hasanuddin Law Review, yang untuk pertama kalinya menembus kelompok Q1. Capaian ini menandai menguatnya kontribusi kajian hukum dari Indonesia di panggung akademik internasional.
Ke depan, fokus pengembangan juga menyasar jurnal-jurnal lain yang telah berstatus SINTA 2, agar mampu menembus Scopus dalam waktu dekat. Pada saat yang sama, jurnal yang telah mapan akan terus didorong naik kuartil dan memperluas indeksasi ke Web of Science.
Selain pembinaan teknis, skema insentif juga disiapkan. Melalui kebijakan pimpinan universitas, penghargaan bagi pengelola jurnal direncanakan ditingkatkan sebagai bentuk apresiasi atas kerja akademik yang selama ini berlangsung di balik layar.





