
Munafri juga menyoroti pentingnya pemahaman mitigasi bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak. Edukasi sejak dini dinilai penting agar masyarakat mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan bencana. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, perguruan tinggi, hingga komunitas masyarakat dinilai menjadi kunci dalam meminimalkan dampak bencana.
Munafri turut mengapresiasi peran BPBD Kota Makassar bersama seluruh stakeholder yang aktif dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya nilai kearifan lokal seperti Siri’ na Pacce sebagai landasan solidaritas dalam menghadapi bencana.
Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong penguatan program Sahabat Anak Afirmasi Aman Bencana (SALAMA) untuk menanamkan budaya siaga sejak usia dini. Ia juga menginstruksikan OPD terkait untuk bersinergi dalam mengimplementasikan program tersebut di sekolah dan kelurahan.
Munafri menyebut tiga fokus utama dalam penguatan kesiapsiagaan bencana, yakni peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan berkelanjutan, kesiapan sarana dan prasarana, serta penguatan edukasi sejak dini.





