MakassarNews

Seleksi Imam Kelurahan Diperketat, Munafri: Tak Bisa Mengaji dan Tidak Toleran, Jangan Lolos

“Imam itu harus menjadi tempat menyelesaikan masalah. Ketika persoalan masyarakat dibawa ke masjid, di situlah seharusnya masalah itu selesai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Appi menekankan pentingnya kemampuan manajerial bagi seorang imam. Ia menilai imam adalah pemimpin yang harus mampu mengelola organisasi masjid secara efektif bersama pengurus, dengan hasil yang terukur dan berdampak.

“Kalau kita bicara imam, kita bicara pemimpin. Ujungnya adalah outcome. Apa yang dihasilkan oleh masjid itu harus jelas dan maksimal,” tegasnya.

BACA JUGA  Munafri Serukan Kesiapan Total Hadapi Bencana di HKBN 2026

Dalam kesempatan tersebut, Appi juga mengingatkan seluruh peserta untuk menjaga sikap sportif selama proses seleksi berlangsung. Ia menolak adanya sikap tidak legawa dari peserta yang tidak lolos.

“Namanya seleksi pasti ada yang lulus dan tidak. Tapi jangan yang tidak lulus justru memberi sinyal negatif. Kita butuh kekompakan,” ujarnya.

Tak hanya kepada peserta, peringatan tegas juga ditujukan kepada para penguji agar menjaga integritas dalam proses seleksi. Ia menekankan bahwa kualitas imam yang terpilih mencerminkan kualitas dan objektivitas tim penilai.

BACA JUGA  BNN Sulsel dan Pemkot Makassar Tangkal P4GN Sejak Dini

“Pastikan yang lulus adalah yang benar-benar capable, bukan karena kedekatan atau hubungan tertentu,” tegasnya.

Lihat Semua

Previous page 1 2 3Next page

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button