
Dodi Agriyanto menegaskan masa depan kota besar sangat bergantung pada kemampuan mengelola sampah secara partisipatif dan berkelanjutan.
“Kota modern bukan kota yang paling banyak membuang sampah, tetapi kota yang paling sedikit menghasilkan residu. Itu hanya bisa tercapai jika masyarakat menjadi pelaku utama,” tegasnya.
Delegasi Makassar yang dipimpin Kabid Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Kota Makassar, Aswin Kertapati Harun, pun membawa pulang lebih dari sekadar hasil studi tiru. Kunjungan tersebut menghadirkan gagasan baru bahwa pengelolaan sampah masa depan harus bertumpu pada ekosistem warga yang mampu mengolah dan memanfaatkan sampah secara mandiri.





