
Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti perubahan fungsi perpustakaan di era modern. Menurutnya, perpustakaan kini tidak lagi sekadar menjadi tempat membaca buku, melainkan telah berkembang menjadi ruang interaksi intelektual dan pusat lahirnya berbagai ide serta inovasi baru.
“Perpustakaan bukan hanya tempat membaca, tetapi ruang bertemunya gagasan, komunitas, dan lahirnya pengetahuan baru,” jelasnya.
Terkait perkembangan teknologi digital, Munafri menegaskan bahwa digitalisasi tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi keberadaan buku fisik.
Sebaliknya, transformasi digital justru menjadi sarana untuk memperluas akses masyarakat terhadap literasi dan pengetahuan.
“Digitalisasi bukan untuk menghilangkan buku cetak, tetapi menjadi jembatan agar akses literasi semakin luas. Kita harus mampu memadukan buku fisik dengan platform digital secara seimbang,” tuturnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perpustakaan terus berupaya menghadirkan fasilitas perpustakaan modern dan memperkuat program literasi hingga tingkat kelurahan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.





