
“Melalui program ini kami mendorong lahirnya kreativitas dan keterampilan baru yang dapat membuka lapangan kerja serta menekan angka pengangguran,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Andi Zulkifly juga menekankan pentingnya transformasi digital di lingkungan pemerintahan maupun masyarakat. Namun, ia mengakui masih adanya kesenjangan literasi teknologi di tengah masyarakat.
“Aplikasi yang bagus tidak akan maksimal jika masyarakat belum memahami teknologi. Karena itu, tugas pemerintah bukan hanya membuat aplikasi, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar melek digital,” pungkasnya.
Kegiatan studi lapangan tersebut turut dihadiri sejumlah kepala OPD lingkup Pemkot Makassar, termasuk Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, Arlin Ariesta, serta perwakilan BKPSDM dan Bappeda Kota Makassar. (*)





