
“Setiap daerah dituntut terus melahirkan inovasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pembangunan, dan pelayanan publik. Inovasi itu harus bisa dijalankan dan memiliki dampak nyata,” katanya.
Dalam pemaparannya, Andi Zulkifly memperkenalkan profil Kota Makassar sebagai kota terbesar di kawasan Indonesia Timur dengan luas wilayah 175,77 kilometer persegi dan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa.
Menurutnya, salah satu tantangan terbesar Pemerintah Kota Makassar saat ini adalah menekan angka pengangguran terbuka yang berada di kisaran 9,60 persen. Tingginya arus urbanisasi ke Kota Makassar sebagai pusat ekonomi dan jasa di Indonesia Timur turut memengaruhi kondisi tersebut.
“Makassar menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan dan membuka usaha. Ini menjadi tantangan tersendiri karena terjadi persaingan antara tenaga kerja lokal dan pendatang,” jelasnya.
Ia juga memaparkan pertumbuhan ekonomi Kota Makassar yang mencapai 5,34 persen. Pemkot Makassar terus berupaya meningkatkan investasi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.





