
Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Manajemen Sistem Informasi, Manajemen SDM, dan Organisasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Em Sutrisna, menilai integritas menjadi pondasi utama dalam membangun kepemimpinan masa depan.
“Nilai IPK saja tidak cukup. Integritas, kejujuran, amanah, dan tanggung jawab menjadi hal yang sangat penting dalam membentuk karakter pemimpin masa depan,” ujarnya.
Pada sesi diskusi, para peserta juga aktif berdialog bersama narasumber dari OJK mengenai penguatan budaya etika dan governance agar tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan administratif, tetapi benar-benar diterapkan sebagai budaya organisasi.
Selain kuliah umum, OJK turut menyosialisasikan pelaksanaan Risk and Governance Summit 2026, termasuk Innovation Paper Competition yang ditujukan untuk mendorong mahasiswa menghadirkan gagasan, inovasi, dan rekomendasi kebijakan dalam mendukung pengembangan sektor jasa keuangan yang berintegritas dan kredibel.
Melalui kegiatan tersebut, OJK berharap generasi muda dapat tumbuh menjadi calon pemimpin masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, tanggung jawab, dan kemampuan adaptif dalam menghadapi dinamika global serta transformasi digital. (*)





